0

Hidup Dalam KASIH KARUNIA ALLAH

06 Oct 2009 by Admin in Renungan

Kotbah ini saya dengar dari Pdt. …..Ciputra (tgl 12 juli 2009)

Yang saya tangkap dari kotbah hari ini adalah Jika kita ingin hidup dengan KASIH KARUNIA ALLAH maka kita jangan makan buah yang dilarang Tuhan untuk di makan. Seperti di Taman Eden manusia melanggar perintah Tuhan dan memakan buah terlarang tersebut sehingga akhirnya mereka di buang keluar dari EDEN ke taman EDAN.

Mereka harus bekerja dengan susah payah untuk menghasilkan. Mereka tidak lagi bisa hidup dengan kasih karunia Allah dimana di Taman EDEN sekalipun mereka bekerja tapi tidak harus sampai bersusah payah karena disana (EDEN) ada HUKUM KASIH KARUNIA TUHAN.

Apakah arti buah terlarang itu dalam hal ini??? Itu adalah perpuluhan yang menjadi miliknya Tuhan jangan sampai kita makan karena sangat berbahaya.

Mengenai perpuluhan :

- Jangan tidak mengembalikan (mencuri )

- Jangan menunda untuk mengembalikan dengan alasan apapun (contoh : Anda tahu Kain dan Habel?)
kasih karunia Tuhan

Kenapa persembahan Habel di terima Tuhan sedangkan Persembahan Kain tidak diterima?

Karena Kain menunda memberikan kepada Tuhan pada waktunya mungkin Kain berpikir, Ah lebih baik uang ini dipakai putar dulu diusaha, kan nantinya bias jadi lebih banyak. Tapi Tuhan tidak suka akan hal itu. Dia mau kita hidup dalam Ke TAAT an penuh kepadaNya. Dia yang nomor satu. Maka HUKUM Kasih

Karunia itu akan berlaku juga untuk kita. Dimana apapun yang kita kerjakan akan dibuat berhasil oleh Dia. Tanpa bersusah payah kita akan dibuat hidup.

Saya sendiri mau bersaksi bahwa saya selama ini masih hidup dengan menunda mengembalikan perpuluhan kepada Tuhan walaupun saya tidak pernah tidak mengembalikan perpuluhan. Tapi sejak mendengar Firman Tuhan hari ini, wah saya bersyukur sekali karena saya merasa Tuhan sangat saying pada kami sekeluarga sehingga diingatkan akan hal ini.

Trus, saya Tanya Tuhan: Kenapa tidak dari dulu Tuhan mengingatkan kami??? JawabNya Karena saat nya kami untuk naik kelas dan kami sudah bukan anak-anak lagi (dalam arti Rohani). Kalau dulu kami masih anak-anak atau belum dianggap cukup oleh Tuhan maka hal itu belum diperhitungkan oleh Tuhan. Kami tetap boleh hidup dalam Kasih Karunia Allah.

Tapi sejak kami dianggap cukup oleh Tuhan, maka Dia mengajarkan kami tentang pemahaman baru ini. Dan itu berarti kami harus TAAT melakukannya sebab jika tidak maka Kasih Karunia itu tidak akan menyertai kami seterusnya.

Barang siapa telah membaca tentang Artikel ini, berarti anda dianggap Tuhan sudah harus naik tingkat dalam Iman dan Anda harus Taat melakukannya.

Ok, Kiranya Kasih Karunia Tuhan Yesus Kristus menaungi kita semua. Amin.

Dan sampai hari ini saat saya posting artikel ini saya dan istri berusaha untuk tidak atau menunda untuk mengembalikan perpuluhan. Dan memang secara materi kami tidak pernah kekurangan.

[magicactionbox id="873"]

SHARE

  • 98 Views

THIS ARTICLE IS WRITTEN BY

Admin

Seorang blogger yang senang menulis dan dengan senang hati melayani anda melalui blog PenginjilanOnline.com

Author Profile

Post a comment